Sistim Hidroponik Talang Bertingkat

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Dari sekadar iseng-iseng seorang hobiis hidroponik mampu memasarkan beragam sayuran daun ke pasar swalayan. Makin lama permintaan terus bertambah. Sayangnya, ia tak bisa memenuhi lantaran keterbatasan lahan. Padahal produksi bisa dilipatgandakan bila ia menggunakan sistem hidroponik bertingkat.

Cara inilah yang Ismet Hakim terapkan di kebunnya di Goalpara, Sukabumi. Talang NFT selebar 15 cm dan panjang 15 m yang biasanya disusun dalam satu lapis, kini dibuat bertingkat. Ada yang disusun 4 di atas, 6 di bawah, kombinasi 4 dan 8, atau 4 dan 9. Jarak antartingkat 60 cm. Sementara dari tanah ke tingkat terbawah 20-30 cm. Ini untuk menghindari tanaman atau styrofoam terciprat air bila talang bocor atau hujan.

Beragam variasi susunan talang bertingkat dicoba dengan tujuan untuk menemukan kombinasi terbaik. Setelah 4 bulan berjalan tampaknya komposisi 4 dan 6 yang akan dilanjutkan. Menurut Wiyono, penanggung jawab kebun, yang susunannya rapat pertumbuhan sayuran kurang bagus. Misal pada komposisi 4 dan 9, talang di bagian bawah saling berhimpitan. Padahal yang baik jarak antartalang 10-15 cm. Bila selada ditanam di talang berhimpit daunnya saling bersinggungan sehingga kualitas

Penggunaan Pipa gantung

Hidroponik talang bertingkat jadi pilihan, “Semata-mata untuk efisiensi pemanfaatan lahan,” tutur Arya Hakim, sang putra yang kini mengelola kebun di ketinggian 1.100 m itu. Menurut hitungan saijana teknik itu penambahan populasi per meter persegi mencapai 40%.

Beragam jenis sayuran daun ditanam secara kombinasi di Arydara-nama kebun itu. Seperti pak choy, selada, kailan, dan horenzo. Namun, di bagian bawah hanya pak choy yang pertumbuhannya tetap bagus. Sementara selada, terutama jenis head lettuce, dan horenzo pertumbuhan kurang baik. Sosok selada terlalu tinggi dan daun lemas. Kailan juga kurang cocok ditanam di bagian bawah. Lantaran pak choy paling tahan maka ia selalu ditanam di bawah.

Berkurangnya intensitas cahaya pada tanaman tingkat pertama tidak terlalu masalah, terutama pada pak choy. Apalagi masih ada cahaya masuk lewat celah antartalang.

Satu unit talang bertingkat dialiri nutrisi selama 12 jam. Dimulai pukul 05.00-18.00 atau 17.00. Nutrisi bersirkulasi dengan bantuan pompa 200 watt. Dari tangki nutrisi dialirkan ke pipa PVC. Dari situ di bagi-bagi ke masing-masing talang melalui selang kecil berwarna hitam. Untuk talang di tingkat atas pipa PVC “digantung” 50 cm lebih tinggi dari talang. Baru nutrisi dialirkan ke masing-masing talang.

Setelah sampai ke ujung yang lain nutrisi keluar melalui pipa pembuangan. Lalu kembali ke bak penampungan dan berputar lagi. Teknis budidaya lain, hampir tidak ada bedanya dengan yang satu susun.

Bila ditengok ke dalam talang, tampak lapisan koran di bagian dasar. Tujuannya agar aliran nutrisi merata sepanjang talang. Maklum saja talang berumur 4 tahun itu sudah tak sempurna lagi bentuknya. Bila tidak dilapisi koran nutrisi hanya mengalir di satu jalur atau berbelok jika bentuk talang berubah.

Lapisan koran itu punya manfaat lain. Nutrisi terserap koran sehingga meski tanaman tak dialiri selama 24 jam pertumbuhan tetap bagus. Akar pun tersebar merata membentuk lingkaran. Tanpa koran sebarannya searah aliran nutrisi.

Bak penanaman Mengambang

Kalau di kebun Arydara hidroponik bertingkat masih bersifat uji coba, maka PT Pangan Lestari sudah menggunakannya untuk produksi massal. Memang tidak semua bak penanaman dibuat bertingkat. Dengan nama Evergreen Hydroponic Farming perusahaan itu memproduksi sayuran hidroponik di Prigen, Pasuruan. Kangkung mendominasi bak bagian atas karena bila ditanam di bawah ruasnya melebar dan lemas. Sayuran ditanam pada stryrofoam setebal kira-kira 5 cm. Aliran nutrisi tepat di bawahnya sehingga seakan-akan stryrofoam mengambang.

Kebun itu tetap sistem NFT, hanya saja yang digunakan bak tunggal selebar sekitar 1 m. “Lapisan” bak kedua tepat berada di atas susunan bak di bawahnya. Bentuk sama digunakan oleh pengelola agrowisata Kusuma Agro di Batu, Malang dan pekebun di Taiwan.

Dua unit bak bertingkat diletakkan di dalam 1 rumah plastik berbentuk tunnel berukuran 2,7 m x 20 m setinggi 2,4 m atau 2,3 m x 20 m x 2,4 m. Sirkulasi air di bak penanaman diatur 15 menit mengalir dan 30 menit diam. Tujuannya untuk menstabilkan jumlah oksigen terlarut dan suhu media.

Nutrisi dari tangki masuk ke 2 bak penanaman bagian atas pada satu sisi dan keluar pada sisi lain. Lalu nutrisi masuk ke bak di bawahnya dan mengalir ke sisi lain. Dari sini nutrisi kembali menuju tangki nutrisi. (Evy Syariefa/Peliput: Suci Puji S)