Sri Banjong, Penawaran Istimewa dari Siam

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Bukan itu saja keistimewaan sri banjong. Nangka kebanggaan masyarakat Thailand itu berdaging tebal, tekstur halus, dan berwarna kuning menarik. Jumlah dami sedikit sehingga nyamplung gampang dilepas. Ukuran buah kecil, hanya 5-6 kg/buah jadi daya tarik tersendiri di mata Nonot begitu Prakoso biasa dipanggil. “Pas sebagai buah meja,” paparnya. Nangka lain lazimnya di atas 10 kg. Karena itulah Nonot langsung memborong 40 bibit untuk ditanam di kebunnya di Kendal dan Demak.

Menurut Ir Nancy Martasuta, konsultan pertanian Thailand-Indonesia, sri banjong favorit konsumen negeri Siam saat ini. “Ia banyak mengisi pasar-pasar buah segar di sana,” ungkapnya. Artocarpus heterophyllus itu marak dikebunkan di berbagai sentra.

Genjah

Sri banjong tergolong jenis genjah. Di kebun Nonot, nangka yang ditanam pada 2001 sudah belajar berbunga sejak setahun lalu. Sayangnya, sampai saat ini hanya 1 sampai 2 pohon yang sukses berbuah. Produksi perdana 5 buah/ pohon. “Kalau dibiarkan mestinya bisa banyak.Namun, sengaja dirontokkan mengingat umur pohon masih muda,” tuturnya.

Saat Trubus berkunjung, 4 buah sri banjong di kebun Nonot masih menggelantung di salah satu pohon. Semuanya muncul dari bagian bawah tajuk, hanya sekitar 30 cm dari permukaan tanah. Kalau buah nangka lokal kebanyakan menggantung di batang utama, sri banjong justru muncul dari percabangan bawah.

Menurut Nonot, sri banjong berbuah hanya sekali setahun. Di Boja, Kendal, tanaman itu mulai berbunga pada Desember sampai Januari. Panen berlangsung pada April sampai Mei.

Tajuk rimbun

pohon nangkaSosok pohon sri banjong tergolong pendek. Pada umur 3 tahun tinggi tanaman hanya 1,5 sampai 2 meter. Meski begitu tajuk tanaman sangat rimbun. Bentuk tajuk membulat, membungkus hampir seluruh tanaman mulai dari permukaan tanah. Bahkan batang bebas cabang pun hampir tak nampak lantaran tertutup daun.

Tajuk cukup sempit, hanya Percabangan sri banjong cukup rapat, mengarah ke atas. Cabang pertama muncul di ujung batang pokok pada ketinggian 10 sampai 15 cm dari pangkal batang. Daun berbentuk oval, berwarna hijau tua, dan cukup tebal. Permukaan atas daun mengkilap.

Di Ranchaburi, Thailand, salah satu sentra penanaman, pohon berumur sekitar 7 tahun hanya setinggi 3 sampai 4 m. Batang bebas cabang sekitar 30 sampai 40 cm dari permukaan tanah. Tak heran jika buah sering menyentuh tanah. Dengan tajuk kompak sri banjong berpotensi ditanam rapat. Dengan jarak tanam 7 m x 8 m yang diterapkan di Thailand, pekebun masih leluasa melakukan aktivitas budidaya.

Tahan hama penggerek

Tidak ada perawatan khusus yang dilakukan Nonot terhadap tanaman. Ia hanya membenamkan pupuk kandang 2 kali setahun. Pada musim penghujan dosis pupuk 10 sampai 15 kg per tanaman. Menjelang berbunga, dosis ditingkatkan 20 sampai 30%. Pupuk NPK juga diberikan 6 bulan sekali. Dosisnya 100 g/tanaman pada awal penanaman, lalu meningkat 20 sampai 30% pada pemberian berikut. Pada umur 3 tahun, 1 kg NPK diberikan untuk 3 sampai 4 pohon.

Menurut Nonot, sri banjong cukup tahan serangan penggerek batang. Buktinya, hama yang ditakuti pekebun buah di dataran menengah hingga tinggi itu tak tampak. Satu-satunya pengganggu hanyalah kutu putih. Meski tidak menimbulkan masalah besar, Nonot menyemprotkan pestisida untuk mengendalikannya.