Tabulampot Kelengkeng: Puan Raja Si Genjah Baru

gambar buah kelengkeng pingpong

Hadirnya tabulampot puang rai di Pameran Flora dan Fauna, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, itu memang menyedot perhatian hobiis buah.

“Selama ini induk dan bibit puang rai masih beredar di kalangan penangkar buah. Ia disebut sampai sebut sebagai lengkeng dataran rendah generasi ke 2 yang bakal populer,” kata Tryman Sutandya, hobiis buah sampai buahan di Blitar, Jawa Timur. Generasi pertama lengkeng dataran rendah ialah pingpong dan diamond river.

Yang disebut pertama genjah, berbuah besar, tapi juga berbiji besar. Sosok tanaman cenderung ringkih dan nglancir. Diamond river berbuah lebat dan genjah tapi becek. Makanya banyak yang enggan mengebunkan massal. “Meski begitu keduanya cocok dikoleksi hobiis karena mudah berbuah,” tutur Dr Reza Tirtawinata MS, pakar buah di Bogor. Penangkar menyebut puang rai sebagai generasi kedua lengkeng dataran rendah karena mempunyai sifat gabungan pingpong dan diamond river.

Menurut Ricky Hadimulya, pemilik nurseri Hara di Ciseeng, Bogor, secara kasat mata daun muda puang rai mirip diamond river: lurus dan datar. Namun, pada daun tua, bentuknya menjadi agak melengkung, seperti pingpong. Pun buahnya, kombinasi keduanya. Lebih lebat ketimbang pingpong, berdaging tebal, dan berbiji kecil. Ia juga tak sebecek diamond river. “Jauh lebih layak dikonsumsi,” katanya. Lantaran itu, Ricky menduga puang rai hasil silangan alami antara pingpong dan diamond river. Sayang, biji kecil itu belum stabil. Beberapa buah berbiji besar kerap ditemui. Ricky mendapatkan bibit dari Thailand.

Dompolan panjang

pohon kelengkeng pingpong
Sosok lebih kokoh ketimbang pohon pingpong

Uniknya, tak semua pemain buah di Thailand mengenal puang rai. Sebut saja Narin Watana Anurak, pakar buah dari Thailand yang kini menetap di Karawang, Jawa Barat. “Saya tak pernah mengenal puang rai. Memang, ada lengkeng berbiji kecil, tapi namanya mata lada (karena biji sekecil lada,red),” tuturnya. Menurutnya, ada lengkeng dengan nama depan puang, tapi bukan puang rai, melainkan puang thong.

Yang disebut terakhir, salah satu varietas dataran tinggi. Sementara menurut Prempree Na Songkhla, pemimpin redaksi majalah pertanian Kehankaset, di Thailand, puang rai berarti dompolan panjang. Di tanah Siam ia memang belum sepopuler pingpong dan diamond river. Namun, di negeri jiran, Malaysia, puang rai bermetamorfosis menjadi puan raja. Puan ialah sebutan tuan untuk perempuan. “Mungkin karena bahasa yang berbeda sehingga kepeleset sampai peleset, seperti e sampai daw menjadi itoh,” kata Prakoso Heryono, penangkar buah di Demak, Jawa Tengah. Itoh, lengkeng dataran rendah yang “hijrah” dari dataran tinggi.

Dari pengamatan Prakoso, puang rai dan puan raja sama saja. “Saya punya puang rai dari Malaysia dan Thailand, sosok daun tetap sama,” kata Prakoso. Puang rai di Prakoso baru berbuah 2 kali. Sosok pohon jauh lebih kekar ketimbang pingpong dan tidak terlalu nglancir. Bila ditanam sebagai tabulampot lebih cantik meski tanpa pemangkasan ketat. Beda dengan pingpong yang harus rutin dipangkas untuk memunculkan cabang samping.

berbuah Genjah

Satu lagi kelebihan puang rai. “Ia sangat genjah, umur setahun pascasambung sidah dapat berbuah,” kata Eddy Soesanto, pemilik nurseri Tebuwulung. Menurut Hddy lengkeng genjah di Indonesia saat ini ida 2 tingkatan. Pingpong yang tercepat dengan masa berbuah 1  s/d 1,5 tahun pascasambung. Berikutnya, diamond river yang berbuah 1,5—2 tahun setelah disambung. Artinya, kecepatan berbuah puang rai setara dengan pingpong, dengan sosok pohon lebih kekar dan kualitas buah lebih baik.

Sifat genjah itu didukung dengan frekuensi berbuah yang tinggi meski tanpa perlakuan khusus. Pengalaman Ricky, dari 10 indukan yang didapat dari Thailand 2 tahun silam, hampir seluruhnya berbuah 6 kali. Penelusuran Trubus, keunggulan puang rai membuat harganya terdongkrak, hingga Rp150 sampai ribu per bibit seukuran 40 cm. Itu 2 kali lipat pingpong dan diamond river. Toh, sebanyak 150 bibit puang rai menjadi rebutan hobiis di Pameran Flora dan Fauna. Mereka tak mau kalah dengan Ferry yang memboyong puang rai menuju Bangka.

Last Modified: 15th Des 2020