Tabulampot lengkeng Banjir Buah

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
buah lengkeng

Dua tabulampot lengkeng setinggi 2 m langsung menyita perhatian Innasari. Buah cokelat seukuran kelereng bergerombol di ujung-ujung tangkai. Pohon kelihatan tambah semarak dengan kehadiran dompolan bunga berwarna kuning keputihan. Tanpa ragu perempuan paruh baya yang masih gesit itu merogoh kocek Rp8-juta. Dua tabulampot berpindah dari kebun penangkar ke tepi kolam renang di kediaman di kawasan Sunter Agung, Jakarta Utara.

Wajar saja Innasari kesengsem tabulampot lengkeng itu. Nephelium longan dikenal sulit dibuahkan di dalam pot. Apalagi di dataran rendah seperti Jakarta. Nah, yang ini justru sarat buah. Warna cokelat kulit buah bersaing dengan hijaunya daun. Beberapa cabang kelihatan merunduk karena keberatan beban.

Kedua tanaman berumur 4 tahun asal cangkokan itu pun bertajuk indah. Sampai ketinggian 50 cm dari tanah ia bebas percabangan. Lewat ketinggian itu barulah muncul 3 cabang dengan sudut proporsional menyangga tajuk yang kompak membulat. Lantaran sama-sama bagus, “Daripada pusing memilih, saya beli dua-duanya,” kata pemilik perusahaan kaset itu.

Batang pohon Disikat

Lengkeng-lengkeng itu kini menghiasi halaman belakang dekat kolam renang. Di sana sudah ada tabulampot arumanis, gedong gincu, jambu air kancing, dan kelapa pandanwangi. Tabulampot jadi pilihan lantaran halaman rumah mewah di kawasan Sunter Agung, Jakarta Utara, itu tidak terlalu besar. Pertimbangan lain posisi tanaman lebih mudah dipindah-pindah kalau bosan.

Lengkeng diletakkan tepat di depan pintu keluar dari kamar pribadi. Alasannya, supaya begitu bangun pagi buah asal Cina itu yang langsung kelihatan. Teman dan kerabat perempuan yang hobi membuat kue itu ikut menikmati keindahannya. Karena tajuk pendek beberapa tamu kerap iseng memetik buah. Daging memang tipis, tapi rasa manis.

Waktu Mitra Usaha Tani berkunjung anggota keluarga Sapindaceae itu berbuah untuk ke-3 kali. Yang menarik batang tanaman bebas lumut dan kotoran lantaran rutin disikat. Pot kayu yang digunakan membuat penampilan tabulampot lengkeng jadi lebih atraktif.

Supaya kerabat rambutan itu berbuah lebat di pot, perlu teknik khusus. “Yang paling penting bibit cangkokan harus diambil dari pohon induk yang sudah berbuah,” tutur Umar dari Bursa Hortikultura. Tanaman besar dan berumur belasan tahun, tapi belum berbuah tidak dapat dijadikan pohon induk.

tabulampot pohon lengkeng
Pupuk, Media tanam dan indukan manjadi kunci keberhasilan

Pupuk Minyak ikan

Kunci sukses lain ialah media dan pupuk. Lengkeng menyukai tanah porous. Misal campuran kotoran sapi, kotoran ayam, arang sekam atau arang batok, dan tanah merah dengan perbandingan l:3:2:0,5. Sebelumnya dasar pot diberi serutan kayu atau sekam.

Proporsi tanah merah terlalu banyak dan penyiraman berlebih menyebabkan media memadat dan berlumpur. Akibatnya akar menggumpal dan pendek-pendek. Kalau sudah begitu media harus diganti karena pucuk muda mengering, gampang rontok, dan busuk akar. “Idealnya media diganti 3-6 bulan sekali,” kata Umar. Untuk pot berdiameter 60 cm penyiraman cukup sekali sehari sebanyak 3-4 ember setara 30-40 liter.

Tanaman dipupuk rutin dengan kotoran ayam atau sapi, minyak ikan, penyubur tanah (OST=Organic Soil Treatment, red), dan pupuk tulang. Pemberian pupuk andang 2 bulan sekali sebanyak 2 ember. Setiap 2 minggu minyak ikan disiramkan ke media sebanyak 10 cc/5 liter air. Ia menyuburkan tanaman.

OST dan pupuk tulang diberikan bersamaan dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1/4 kg per bulan. Keduanya mencegah daun, bunga, dan buah rontok. Selain itu kandungan tepung fosil OST menjaga tanah tetap gembur. Sebagai tambahan, NPK dengan perbandingan seimbang diberikan 6 bulan sekali sebanyak 2 sendok makan.

Buah awet

Enam bulan sebelum musim berbuah, benamkan campuran 2 sendok makan KC1 dan TSP dengan rasio 2:1. Merujuk musim lengkeng di sentra Ambarawa pada Januari, maka keduanya diberikan sekitar Juni-Juli. Penggunaan zat perangsang bunga tidak dibutuhkan sepanjang tanaman sehat dan iklim mendukung.

Bunga muncul pada September. Sebulan kemudian berubah menjadi buah. Sampai buah matang butuh waktu 5 bulan sejak bunga mekar. Proses lama itu justru disukai para hobiis. “Senang nglihat buah nggandul-gandul begitu. Jadi bisa dinikmati cukup lama,” ujar Innasari yang kerap membiarkan buah membusuk di pohon.

Bola Pingpong di Lengkeng Vietnam

lengkeng selama ini dicap sebagai tanaman dataran tinggi, lama berbuah, dan ukuran buah kecil. Namun, bila Anda menanam pingpong, pameo itu sirna. Lengkeng asal Vietnam itu berbuah di dataran rendah, cepat menghasilkan, dan berukuran jumbo.

Euphoria longan pingpong itu ditanam William Halim di Karawaci, Tangerang. Waktu kami berkunjung awal Mei, 5 pohon setinggi 2-3 m ditanam di tanah sedang berbunga. Lainnya, 15 tabulampot setinggi 1 m di ember berdiameter 30 cm.

Beberapa tiang bambu kecil dipasang untuk menyangga cabang berdiameter 1-2 cm supaya tidak patah. Meski muda dan pendek, mereka pun memamerkan kembang.

Penampilan lengkeng unggul itu mudah dibedakan dengan jenis lain. Daun berukuran kecil dan agak melengkung ke belakang. Ukuran daun hanya setengah dari lengkeng umum. Percabangan panjang sehingga menjuntai ke sana ke mari.

Lengkeng Cepat berbunga

Tanaman asal Thailand itu mulai berbunga pada umur 7-18 bulan setelah ditanam dari bibit hasil okulasi. Umumnya penanaman asal biji di dataran tinggi mencapai 7-10 tahun. Buahnya dicicipi 5 bulan kemudian. Buah pertama hanya berdiameter 2 cm seukuran kelereng. Pada panen berikutnya semakin besar sehingga berdiameter 3-3,5 cm sebesar bola pingpong. Buah muncul di setiap ketiak daun. Satu dompolan berisi 9-15 buah.

Penampilan buah menarik, kulit cokelat bintik-bintik. Hati-hati mengupasnya! Air segera menetes membasahi tangan, tanda kandungan air tinggi. Daging putih, renyah, dan manis. Sayang meski daging tebal, biji juga besar.

Vietnam atau Thailand

William mendapatkan bibit dari sebuah desa di perbatasan Thailand dan Kamboja. Si pingpong memang mulai dikembangkan di Thailand, terutama di daerah timur yang berhawa panas dekat pantai. Menurut pengusaha bunga potong itu, di sana rata-rata tinggi pohon 5-6 m berumur 6-7 tahun. Tajuknya ditopang kayu karena menjuntai. Di cabang terlihat beberapa cangkokan. Sayangnya, hasil cangkokan tidak pernah berhasil. Wiliam menggunakan media moss, tetapi akar tidak keluar, meski tanaman tetap segar.

Di negara Gajah Putih dikenal beberapa varietas potensial, seperti kahala, dang, haw, biew kiew, ido, dan diamond river. Varietas terakhir, paling manis, berukuran besar, dan cepat berbuah, la pun cocok untuk dataran rendah. Di daerah asal, lengkeng besar itu berbuah 2 kali setahun.

Sainarong Rasananda, pakar buah di Thailand, menyatakan dalam majalah Rarefruit, pingpong didatangkan dari Vietnam Selatan sekitar 10 tahun silam. Lengkeng banyak tumbuh di dataran rendah seperti di delta sungai Mekong dan Vietnam Selatan. Varietas xuong com vang-sebutan di Vietnam- merupakan the best /ongan. Importir Thailand kemudian mengubah nama jadi pingpong.

Nah, dengan sifat bisa ditanam di dataran rendah, berumur genjah, dan berbuah lebat, si pingpong bakal jadi favorit para hobiis.