Teknik Menyambung Batang Tanaman Yang Terserang Cendawan

Teknik Menyambung Batang Tanaman Yang Terserang Cendawan

Di Kebun Zanita di Baturaja, Sumatera Selatan terlihat batang jeruk yang merana dengan warna cokelat, kering dan rapuh tanda mati. Namun, di tengah- tengahnya justru muncul dompolan buah hijau kuning. Teknik menyambung tanaman menggunakan donor makanan dari batang baru yang muncul dari akar disebut sebagai cara penyelamatan tanaman dari serangan cendawan Upasia salmonicolor. Pemilik duku kepayang ini telah berhasil menyelamatkan tanaman dengan menyusukan tunas-tunas baru yang muncul dari akar ke batang yang sehat. Teknik ini dapat diterapkan ketika tanaman belum mati, dengan tingkat keberhasilan 90% jika penyambungan sempurna. Hasilnya tanaman tetap produktif. Batang jeruk siem di kebun Zanita, di Baturaja, Sumatera Selatan itu terlihat merana. Warnanya cokelat, kering, dan rapuh tanda mati. Toh, justru dompolan buah hijau kuning menyembul di antara daun hijau segar. Citrus grandis itu tumbuh prima berkat teknik menyambung tanaman menggunakan donor makanan dari batang baru yang muncul dari akar. Tanpa sang pendonor, tanaman jeruk terserang cendawan merah Upasia salmonicolor hanya tinggal menunggu ajal. Batang berwarna cokelat dan keropos, daun layu, kering, lalu berguguran. “Serangan penyakit itu sudah sulit diobati,” kata Zanita.

Serangan Cendawan

Soalnya, serangan cendawan menyebabkan fungsi floem sebagai penyalur zat-zat makanan dari akar ke bagian tanaman lain terganggu. Agar tetap hidup, ia mesti mendapat pasokan dari sumber lain. Caranya, Zanita menyusukan tunas-tunas yang muncul dari akar ke batang sehat. Dari jauh penampilan tanaman mirip beringin. Waktu tepat Dengan teknik itu, pemilik duku kepayang, pemenang ke-3 Lomba Buah Unggul Nasional Mitra Usaha Tani 2003, itu berhasil menyelamatkan tanaman. “Tak hanya batang yang sakit, teknik menyambung tanaman ini bisa dipakai untuk meremajakan tanaman tua,” ujarnya. Prinsipnya, selama tanaman belum mati, cara itu dapat diterapkan. Bila perlu sebagian cabang dipangkas untuk mengurangi penguapan. Penyambungan dapat dilakukan kapan saja. Namun, pada musim hujan sambungan antarbatang rawan serangan cendawan. teknik menyambung tanaman

Tingkat Keberhasilan teknik menyambung

Menurut pengalaman Zanita tingkat keberhasilan teknik menyambung tanaman mencapai 90%. “Yang penting batang baru harus menempel sempurna ke batang lama,” katanya. Jadi bila tanaman menunjukkan gejala kurang sehat karena serangan cendawan, jangan buru-buru disingkirkan. Manfaatkan tunas asal akar sebagai penyalur bahan makanan baru. Berikut ini tahapannya:

  1. Pilih batang baru dan muda sebesar kelingking. Ia masih elastis sehingga mudah ditempel ke berbagai batang. Potong miring pada ketinggian 1 m, sepanjang 1- cm.
  2. Buatlah sayatan pada kulit batang utama yang sehat dengan pisau tajam. Lokasi dan ukuran sayatan disesuaikan dengan batang baru agar penyambungan sempurna.
  3. Angkat sayatan dengan pisau hingga terlihat kambium.
  4. Selipkan batang baru ke batang lama, lalu tutup dengan kulit.
  5. Ikat erat dengan plastik agar posisi sambungan tidak bergeser dan bebas dari cipratan air hujan untuk menghindari serangan cendawan.
  6. Plastik dibuka setelah sambungan kokoh atau berumur sekitar 2 bulan.

Berkat teknik menyambung tanaman diatas, Hasilnya tanaman tetap produktif

Share on:

Yudianto
Yudianto Yudianto, penulis aktif di Budidayatani dan Mitrausahatani.com, memiliki hobi di bidang pertanian. Ia sering menulis artikel terkait teknik budidaya tanaman dan usaha tani, berkontribusi untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan dan inovatif.
comments powered by Disqus