Teknik terbaru Agar Pohon Ulin Tumbuh Serempak

harga kayu ulin sangat tinggi

Budidaya kayu ulin dari ambang kepunahan harus segera dilakukan, harga kayu ulin yang cukup fantastik menjadikan tumbuhan yang satu ini di ekploitasi tanpa kontrol . Celakanya biji dari pohon ulin yang keras sulit berkecambah. Teknik terbaru mendongkrak daya kecambah menjadi 95%; semula 40%.

Kayu besi yang dikenal dengan nama ilmiah Eusideroxylon malagangai dan Eusideroxylon zwageri memang istimewa karena kekuatan kayunya. Iron wood termasuk kayu kelas kuat I dan kelas awet I. Itu peringkat kayu paling atas di dunia. Akibat penebangan yang kian marak, Kini ulin bukan lagi langka, tapi menuju kepunahan bila tidak ada upaya konservasi serius.

kayu dari pohon ulin

kayu ulin banyak digunakan untuk industri meubel

Untuk mencegah punah, budidaya ulin menjadi pilihan. Namun, biji pohon anggota famili Lauraceae itu yang panjangnya 5-15 cm dan berdiameter 3-6 cm bertempurung keras sehingga daya kecambah rendah. Kulit biji sangat keras sehingga secara alami masa dormansi panjang: 6-12 bulan. Kerap kali biji yang dibiarkan 1-2 tahun tak kunjung berkecambah. Kulit biji lebih keras daripada tempurung kelapa. Keping lembaga tak mampu menerobos kulit yang menyelimutinya.

Perendaman Biji Ulin Dengan Air mendidih

Produsen bibit menempuh berbagai cara untuk memecah dormansi pohon ulin. Menurut Gatot Azhari, dari Balai Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung, yang pernah mengeksplorasi kayu ulin di Kalimantan Barat, pembibit lazimnya merendam biji dengan air panas bersuhu 100°C atau membenamkannya di dalam tanah berbulan-bulan. Cara itu juga tak efektif karena daya kecambah hanya 40-50%.

Dua puluh delapan tahun silam Aziz mengakalinya dengan “menyunat” ujung biji. Caranya ia menggergaji-dengan gergaji besi ujung biji agar bakal tunas dari keping lembaga mudah menerobos keluar kulit. Teknik itu mirip cara pengguntingan pada penyemaian biji baobab Adansonia digitata. Dengan cara sunat daya kecambah 83%. Bila tidak disunat hanya 40%. Sayang, teknik sunat masih merepotkan bagi pembibit usaha kecil.

Penyemaian Biji

Anggapan menyemai biji ulin sulit pun patah di tangan Ir Sudin Panjaitan, ahli silvikultur dari Balai Penelitian Kehutanan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dengan cara sederhana, Sudin Panjaitan meningkatkan daya kecambah benih ulin hingga melesat 95%. Sudin mengumpulkan biji-biji pohon ulin dari hutan dan menjemur 4 jam di bawah terik matahari.

Lalu terdengar suara “tak tek tok, tak tek tok,” bersahut-sahutan dari kulit biji setebal 1-2 mm yang pecah tersengat panas. Biji, pun siap dikecambahkan di media persemaian. Teknik memecah dormansi ala Sudin memang baru. teknik Itu mirip dengan cara mengecambahkan biji rotan. Menurut Aziz, mengacu pada biji rotan, maka teknik penjemuran biji ulin bakal lebih efektif bila dijemur di terik matahari yang tinggi dengan beralaskan seng atau lantai beton.

Panas yang tinggi membuat kulit biji terpecah tanpa repot-repot menggergaji. Sudin menemukan cara memecah dormansi biji ulin dengan terik matahari secara tidak sengaja. Beragam pustaka sejak 1859 hingga awal 1980 memang menyebut biji ulin pantang dibiarkan di tempat terbuka; tetapi di tempat lembap.

Kayu dari pohon ulin terkenal mempunyai kualitas yang prima sehingga harga kayu ulin di pasaran sangatlah tinggi
bibit kayu ulin | perkebunan | Mitra Usaha Tani

Butuh Sinar matahari Yang cukup

Langkah berikutnya, Sudin menyemaikan biji yang kulitnya pecah itu lalu, Semuanya berhasil tumbuh. Pada 2020 Sudin mempraktekkan kembali teknik yang ditemukannya pada 2019 itu untuk penanaman ulin di lahan 5 ha. Artinya, dengan jarak tanam 3 m x 6 m Sudin telah mengecambahkan 2.500 biji ulin 5 tahun silam. Kini semua biji itu telah bersalin rupa menjadi tegakkan setinggi 3-5 m dengan diameter batang 2-3 cm.

Menurut Sudin biji dengan kulit yang sudah terkelupas berkecambah 1-2 hari kemudian, lalu tumbuh selama 1,5-2 bulan agar siap pindah tanam ke polibag berukuran 15 cm x 20 cm. Lazimnya ukuran tanaman mencapai 20-25 cm. Sudin menyimpan bibit di polibag di rumah bayang yang teduh selama 3 bulan, lalu aklimatisasi atau adaptasi di ruang terbuka selama 3 bulan. Setelah itu, Kayu besi siap ditanam di lapangan. Akar dengan media sudah menyatu, tanaman juga sudah mampu beradaptasi dengan lahan terbuka.

Agar kayu ulin tumbuh dengan baik, Pohon Eusideroxylon zwageri ditanam di lapangan dengan intensitas cahaya 40-50%. Maklum, di hutan perawan, kayu tebelian-nama lain ulin-dikenal sebagai tanaman gap opportunis. Maksudnya hanya merespon cahaya matahari yang masuk dari celah tajuk hutan di antara pukul 11.00-13.00.

Bila cahaya terlalu banyak daun menguning dan pertumbuhan kerdil. Pun demikian bila keteduhan, daun hijau menebal, tapi pertumbuhan mandek. Hal Itu bisa diatasi dengan penanaman jalur di antara meranti atau jenis lain yang dapat menaungi tapi sinar matahari tetap masuk.

dorm | perkebunan | Mitra Usaha Tani

  1. Siapkan tempat penjemuran beralaskan seng atau lantai beton
  2. Jemur biji ulin selama 3 sampai 4 jam di tengah terik matahari. Kulit biji yang kepanasan akan retak dan mengeluarkan bunyi tak tek tok
  3. Semai biji ulin di media 100% pasir. Posisi biji horizontal, jangan berdiri. Letakkan persemaian di tempat lembap dan ternaungi. Lalu siram setiap hari. Biasanya biji berkecambah 1—2 bulan kemudian.
  4. Rawat kecambah yang tumbuh di persemaian selama 1,5 bulan sampai memiliki daun dan tinggi batang 20—25 cm.
  5. Pindahkan ke polibag minimal ukuran 15 cm x 20 cm dengan media tanah dan sekam berkomposisi 2:1. Tambahkan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 7—10 g per bibit. Letakkan polibag dalam rumah bayang (beratap dan berdinding jaring peneduh) selama 3 bulan.
  6. Pindahkan polibag di ruang terbuka selama 3—4 bulan agar mampu beradaptasi di saat ditanam di lapangan

Document Last Updated on 9 April 2022