Tujuh Trik Tingkatkan Mutu Aglaonema

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Punah sudah harapan Yenny Widjaya untuk berlomba di Flona tahun ini, Jakarta. Daun aglaonema andalannya rusak terserang cendawan. Andai tanaman itu sehat, Yenny memperkirakan koleksinya bakal “berbicara” di kontes lantaran ia juara ke-3 pada Flona tahun ini.

Sang cendawan menyerang aglaonema koleksi Yenny Widjaya pada awal musim hujan. Hobiis di Purwokerto itu mengaku lalai merawat karena kesibukan kerja. Gara-gara terlalu banyak disiram oleh pekebunnya, cendawan pun bersorak. Tanpa ampun tanaman bernilai belasan juta rupiah itu diserang. Pemilik Indo Computer itu berusaha menyelamatkannya dengan menyemprot fungisida. Sayang, tindakan itu terlambat.

Bacaan Lainnya

Antisipasi Dan Pencegahan Serangan cendawan

Serangan cendawan hanya salah satu hambatan saat memelihara aglaonema. Masih banyak kendala lain yang menghadang. Dengan berbagai tips dan trik si cantik itu bisa diselamatkan.

  1. Daun keriput
  2. Daun keriput akibat virus
    Bila daun aglaonema, terutama donna carmen keriput, itu tanda serangan virus. Ia sejenis dengan virus pada tomat, tetapi tidak mematikan. Serangannya hanya membuat daun keriting sehingga penampilan rusak. Penyakit itu menyebar ke tanaman lain lewat pisau setek yang tidak steril. Supaya tidak menyebar, musnahkan tanaman terserang. Upaya lain, sterilkan pisau sebelum memisahkan anakan.

  3. Daun terbakar
  4. Daun terbakar ditandai warna kekuningan di permukaan,dibiarkan daun jadi cokelat kuning dan akhirnya bolong Idealnya anggota kerabat Araceae itu
    hanya menerima sinar matahari 40%. Oleh karena itu, pasang naungan 60% di areal terbuka. Kelebihan sinar, meski tidak sampai membakar daun, juga bisa menyebabkan warna kusam.

  5. Batang busuk
  6. Kondisi ini terjadi lantaran tanaman terlalu banyak disiram, sementara media tanam padat sehingga air tertahan di pot. Akibatnya daun memucat dan kusam. Untuk mengatasinya ganti media tanam dengan yang lebih porous. Kurangi frekuensi penyiraman pada musim hujan menjadi 2—3 kali seminggu.

  7. Mengkilapkan daun
  8. Daun mengkilap tanda tanaman sehat. Sebaliknya kusam berarti kesehatan terganggu. Agar aglaonema tampak prima, semprotkan leaf shine ke permukaan daun lalu lap dengan kapas atau kertas tisu halus hingga cairan merata.

  9. Pucuk mengecil
  10. Buang bunga agar pucuk tidak mengecil
    Daun muda aglaonema kerap mengecil sehingga keindahannya berkurang. Penyebabnya antara lain terbentuk bunga. Bila tidak ingin dijadikan buah, buang saja bunga itu karena menyerap banyak energi. Pemupukan dengan dosis P dan K tinggi merangsang tanaman rajin berbunga. Untuk itu ganti pupuk dengan memilih kombinasi N lebih tinggi dibandingkan P dan K.

    Penyebab lain, terjadi kerusakan pada akar akibat serangan hama atau penyakit, seperti pythium. Untuk mengetahui penyebabnya, bongkar tanaman dari pot. Buang akar rusak dan oleskan zat perangsang akar, misal Auxin dan Root on.

  11. Akar cepat tumbuh
  12. Menyetek aglaonema berisiko tinggi. Bila salah penanganan, alih-alih dapat tanaman baru, justru induk yang mati. Agar aman, sebelum dipotong usahakan batang itu menghasilkan akar.

    Caranya, ambil gelas plastik bekas minuman lalu potong dua. Bagian atas dipasang (dikalungkan) di pangkal batang. Masukkan media ke dalamnya hingga penuh. Setelah 2—4 minggu, tanaman telah berakar. Batang siap dipotong. Tanam potongan itu seperti individu baru. Sedangkan bonggol batang memunculkan tunas baru dalam 2—4 minggu. Induk dan anak pun selamat.

  13. Kelambu aglaonema
  14. Meski risikonya besar, pekebun di Thailand tetap memperbanyak aglaonema dengan cara setek. Untuk mengurangi risiko kematian ada triknya. Siram media tanam hingga jenuh.

    Setelah itu masukkan dalam kantong plastik bening yang cukup besar untuk memuat pot. Ikat mulut kantong agar uap air tidak keluar. Kelembapan tinggi dan hawa panas merangsang setek mengeluarkan pucuk dan akar baru. Setelah 40 hari, bibit dikeluarkan dari kelambu. Saat itu akar dan daun baru sudah terbentuk sempurna.

Pos terkait